[FF ONESHOOT] Happy Birthday Uri Ahn Daniel

Author: Hana L. Kim a.k.a hanakim01

Main Cast: Ahn Daniel Teen Top

Other Casts: All of Teen Top members

Genre: depend on your opinion (?)

Ratting: General

Length: Oneshoot

Disclaimer: The plot is mine, the characters are belonged to God, theirselves and theirfans 🙂 but Ahn Daniel is mine #juskid

Summary: Saengil Chukka Hamnida Niel oppa 😀

Note: This is only A FICTION. NO BASHING. NO PLAGIATISME. NO SILENT READER.

~Happy Reading~

 #####

Kresek kresek…

“YA! Siapa itu? Malam-malam seperti ini berisik sekali!” Niel mengomel-ngomel dari balik selimutnya.

“YA! AHN DANIEL! Kenapa kau teriak-teriak di tengah malam seperti ini huh?” Chunji melempar gulingnya ke tempat tidur Niel yang berada di sebelah tempat tidurnya. Dengan amat sangat terpaksa Niel keluar dari persembunyiannya (?) dan menatap Chunji yang masih menggeliat di tempat tidurnya mencari posisi yang enak untuk melanjutkan perjalanannya ke pulau kapuk.

“Kau tidak dengar daritadi ada suara kresek kresek dari luar jendela kamar kita?”

“Ha? Suara apa? Jelas-jelas tadi hanya ada suaramu yang melengking itu. Kau mimpi buruk?”

Niel terdiam sesaat. “Kurasa tidak. Tapi aku yakin itu ada suara dari luar jendela.” Chunji yang diajak ngomong malah sudah asyik bertamasya ke alam mimpinya. Niel menjadi kesal. Akhirnya ia bangkit dari tempat tidurnya dan menyibak sedikit gorden yang menutup jendela kamarnya. Ia menelaah keadaan di luar jendela kamarnya itu dengan seksama. ‘Tidak ada apa-apa… Apa mungkin ini Cuma perasaanku saja? Ah molla…’ Batin Niel. Niel kemudian berjalan kembali ke tempat tidurnya dan menyusul Chunji ke alam mimpi.

~~Keesokan malamnya~~

“Niel-ah… Kau mau kemana?” teriak Chunji kepada Niel yang hendak keluar dari kamar tidur mereka.

“Aku haus, jadi aku hanya ingin mengambil minum sebentar. Waeyo hyung?”

Aniya… Hanya bertanya.” Chunji kemudian memasukkan dirinya ke dalam selimutnya. Niel pun meniggalkannya dan berjalan ke dapur. Sunyi. Dorm Teen Top saat ini sangat sunyi. ‘Sepertinya semua member sudah tidur…’ Batin Niel. Kemudian ia berjalan menuju lemari pendingin dan meminum segelas air *yaiyalah segelas masa segentong -_-*, tapi Niel merasa ada suara ribut dari arah gudang. Penasaran, akhirnya Niel berjalan mengendap-endap ke arah gudang dan ternyata ada apa? Cuma ada cicak -__- Terus kenapa suara ributnya bisa terdengar oleh Niel? Entahlah. Niel juga tidak mau memusingkan hal itu. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamar saja.

~~Keesokan paginya~~

Semua member sudah bangun dan berkumpul di meja makan menunggu sarapan yang dimasakkan oleh Ricky(?) *mianhae author gatau siapa yang pinter masak di Teen Top .__.* Niel masih tertidur di kamarnya.

“Hey, kenapa Niel hyung tidak dibangunkan? Ini kan sudah cukup siang,” ujar Changjo kepada hyung-hyung-nya.

“Ini kesempatan emas tahu. Jarang –jarang Niel kesiangan seperti ini,” L. Joe menyahut dengan wajah usilnya. Changjo malah semakin bingung.

Aigoo uri Changjo masih terlalu polos. Ckck…” Chunji mengelus-elus kepala Changjo seperti kepada peliharannya. “Kau ingat tidak lusa tanggal berapa?” lanjutnya.

Changjo melongo, tapi kemudian mulai menghitung dan … “lusa itu tanggal 16 Agustus berarti… Oooh…” Changjo membentuk mulutnya menjadi bentuk O sempurna.

“Maka dari itu, selagi Niel masih bermain di dunianya, lebih baik kita rencanakan misi untuk mengerjainya saja.” L. Joe yang memang pada bos nya usil di Teen Top akhirnya mencanangkan rencana manisnya (?).

Mworago?  Mengerjai Niel hyung? Aku ikuuut…” Ricky yang sedang memasak di dapur segera berlari dari dapur dan langsung nimbrung di meja makan. Akhirnya mereka melakukan rapat meja persegi panjang (berhubung meja makannya persegi panjang jadi rapat meja persegi panjang deh).

Pssttt… Pssttt… pst… psst…

“Okey jadi begitulah rencana kita! Ingat kita harus berhasil mengerjainya kali ini. Lagipula dia itu pelupa jadi kita buat saja dia tambah lupa dengan hari ulang tahunnya.” L.Joe tersenyum penuh kemenangan *padahal belum menang*.

“Apa yang kalian lakukan Kenapa aku tidak dibangunkan?” Tiba-tiba suara Niel terdengar dan membuat semua member gelagapan.

“Ah, aku baru saja ingin membangunkanmu Niel-ah…” ucap C.A.P.

“Tadi aku tidak tega membangunkanmu karena kau masih tertidur pulas dengan liurmu itu jadi aku biarkan kau melanjutkan mimpimu dulu.” Chunji menimpali.

Mwo? Liur?” Niel segera berlari ke kamar mandi. Chunji terkekeh. Tidak lama kemudian Niel kembali ke ruang tengah sambil mencak-mencak.

“YA! Hyung! Tidak ada liur di wajahku. Kau bohong. Geojitmal iya geojitmal iya~” ßada yang nyadar ini lagu apa?

“Ah sudahlah hyung, lebih baik kita makan saja karena aku sudah lapar.” Ricky menengahi sambil membawa masakannya *silahkan bayangkan makanannya apa karena author bingung mau nulis makanannya apa*.

Akhirnya semua member Teen Top sarapan dengan lahap karena sehabis itu mereka harus latihan. Akhir-akhir ini mereka sedang sibuk promo album pertama mereka. Maka dari itu setiap malam mereka kelelahan dan setiap kali jam makan tiba mereka makan dengan lahap.

~~ Malam harinya~~

“Niel-ah… Aku lapar, kita sudah tidak punya makanan lagi di kulkas. Kau pergi beli makanan ya?” L. Joe merayu Niel yang sedang duduk di sampingnya saat mereka sedang menonton TV bersama sepulang dari perform di sebuah stasiun TV.

Mwo? Kenapa harus aku? Shiero… Hyung saja pergi sendiri.” Niel langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat tanda menolak suruhan Joe. Kriuk…

“Muahahaa… Itu perutmu juga sudah demo minta makan. Kau saja ya yang beli.” L. Joe mengedip-ngedipkan sebelah matanya kepada Niel.

Hyung, aku juga lapar… belikan aku jangjamyeon ya hyung…” Ricky tiba-tiba ikutan dan langsung memasang aegyo di wajahnya.

“Arghh… Baiklah…” Niel dengan berat hati akhirnya keluar dari dorm dan berbelanja sesuai pesanan member lain. Karena L. Joe memulai untuk menyuruh Niel membeli makanan di luar akhirnya member lain ikutan menyuruh Niel membelika makanan untuk mereka. Malang nasibnya Niel… Ckck

Untung saja di dekat dorm mereka ada yang menjual semua makanan pesanan memberdeul jadi Niel tidak perlu jauh-jauh mencari pesanan teman-temannya itu. 15 menit kemudian semua pesanannya sudah dibeli oleh Niel dan Niel pun pulang ke dorm. Namun ternyata saat masuk ke dalam dorm, dorm sudah sangat sunyi. ‘Loh? Kemana member lain?’ Niel membatin (lagi). Niel pun menaruh barang bawaannya di meja makan. Niel yang mengira semua member sedang bermain petak umpet sudah mengelilingi ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, hingga kamar mandi namun tidak menemui satupun dari member Teen Top. Niel bingung. Niel garuk-garuk bibirnya (?). Hanya satu tempat eh 3 tempat yang belum ia datangi yaitu kamar tidur mereka masing-masing. Kamar pertama yang ia datangi adalah kamar L. Joe dan Ricky yang menjadi DALANG kasus penyuruhan Niel untuk pergi keluar membeli makanan. Dan apa yang didapati Niel? Ternyata mereka sudah masuk kedalam persembunyian masing-masing. Niel geram, dan~

“YA! KENAPA KALIAN SUDAH TIDUR? AKU SUDAH CAPEK-CAPEK MEMBELIKAN MAKANAN KALIAN MALAH TIDUR?” Suara Niel menggelegar ke seluruh ruangan dorm Teen Top.

L. Joe dan Ricky langsung duduk tegak dan menatap Niel bergantian.

Mianhae Niel-ah, kau terlalu lama jadi kami keburu ngantuk. Letakkan saja makanan kami di kulkas. Kami akan memakannya besok pagi. Mianhae, geurigo gomawoyo…” Joe kembali menarik selimutnya dan melanjutkan tidurnya.

Mianhae hyung, aku juga sangat lelah dan mataku sudah tinggal 3 watt…” Ricky menyusul Joe tidur. Niel mendengus lalu menutup pintu kamar Rickjoe. Kemudian Niel mengintip kamar sang leader dan maknae. Tapi hasilnya sama saja, mereka berdua sudah tidur di dalam selimut mereka. Terkahir Niel berjala menuju kamarnya dan Chunji, dan benar dugaannya. Chunji pun sudah tertidur di balik selimutnya.

“Ah, sial! Mereka semua bersekongkol!” Niel mengomel seorang diri. Karena kesal jadi ia memakan makanannya seorang diri di ruang makan. Tapi lagi-lagi ia mendengar suara aneh dari arah gudang yang berada tak jauh dari ruang makan tersebut. Niel dengan cepat menghabiskan makanannya. Kemudian ia kembali mengendap-endap kearah gudang dan saat hendak membuka pintu gudang, ternyata pintu itu tidak bisa terbuka.

“Loh kenapa ini? Apa pintunya rusak? Ah sudahlah paling suara cicak lagi.” Niel masa bodoh dengan suara dari dalam gudang.

~~Keesokan paginya~~

Niel bangun dengan muka masam. Ia melihat member lain sudah duduk rapi di meja makan, tapi muka Niel masih saja tanpa ekspresi. Entah karena kesal mimpinya pergi ke galaksi Andromeda terputus tiba-tiba akibat bunyi alarmnya atau karena masih kesal dengan member lain karena kejadian kemarin malam, author pun tidak tahu #plakkk.

Niel memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, baru kemudian bergabung dengan member lain di meja maka. Namun saat ia bergabung ternyata makanannya sudah dihabiskan oleh Chunji. Dan dengan muka tanpa dosanya Chunji berkata,

Mianhae Niel-ah, kukira semua sudah makan jadi kuhabiskan saja makanan yang tersisa.”

JLEB… Niel langsung gondok *bukan penyakit gondokan loh*. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar dorm menikmati udara pagi sekaligus menghilangkan kekesalannya. Saat Niel sedang asyik berjalan mengelilingi taman di dekat dorm, tiba-tiba saja C.A.P meneleponnya.

Yeoboseyo? Waeyo hyung? Mwo? Jigeumieyo? Ara ara… Ne…”

Niel pun segera berjalan kembali ke dorm. Ternyata di dorm semua member sedang bersiap-siap pergi.

“Sebenarnya kita mau kemana sih hyung?” Tanya Niel kepada C.A.P. yang sedang memasukkan barang ke dalam bagasi van mereka.

“Ah neo wasseo? Cepat bersiap-siap. Kau lupa hari ini kita ada latihan dari pagi? Kemaren kan manager hyung sudah memberitahu.”

“Oh, aku lupa. Mianhae hyung…” Niel segera berlari ke dalam dorm dan mengambil tasnya. Semua member sudah keluar dorm, jadi di dalam dorm tinggal Niel seorang diri. Ia segera mengunci pintu dorm dan betapa kagetnya saat melihat di luar van-nya sudah pergi.

YA! Jamkkan man! WOY! Argh sial… Kenapa aku sial sekali akhir-akhir ini?” Niel ngamuk-ngamuk sendiri sambil nendang batu yang ada dihadapannya tapi ternyata batunya terkena tiang listrik jadi memantul ke arah Niel, untung saja Niel dengan sigap melakukan gerakan Matrix, jika tidak tentu saja batu itu akan meniggalka jejak yang manis diwajah Niel.

Akhirnya Niel memutuskan untuk mencari taksi ntuk menyusul teman-temannya. Tapi sialnya lagi Niel tidak menemukan satu pun taksi kosong. Hanya ada dua pilihan untuknya agar bisa sampai ke tempat latihan, yaitu berjalan kaki atau menaiki bus. Karena merasa berjalan kaki itu terlalu lama, jadi Niel memutuskan untuk menaiki bus saja. Untungnya saat ini Niel tida dilanda sial lagi. Niel tiba di halte bus bertepatan dengan bus yang datang. Niel segera memasuki bus tersebut. Ternyata di dalam bus ada banyak anak kecil yang hendak berangkat ke sekolah. Jadi Niel harus berdesakan dengan mereka.

“Kya~ bukankah itu Niel oppa? Kya~ oppa… Aku fansmu…” teriak seorang anak kecil (kira-kira masih SD lah kelas 3, kecil ga sih itu?)

Niel hanya tersenyum menanggapinya. Dalam hati Niel senang juga karena ternyata dirinya cukup terkenal bahkan dikalangan anak kecil. Tapi kesengan itu tidak berlangsung lama karena anak-anak tadi tiba-tiba saja berebutan ingin duduk di sebelah Niel. Mereka saling dorong. Padahal bus sedang berjalan lumayan cepat, jadi mereka terombang-ambing hingga akhirnya ada salah seorang dari mereka terjatuh. Dan akhirnya menangis kencang. Niel bingung.

“hey kau anak muda, kau tidak lihat anak itu menangis karena dirimu. Huh… Anak muda jaman sekarang terkenal sedikit saja sudah sesumbar. Bahkan anak kecil pun dijadikannya korban.” Seorang pak tua yang duduk diujung bus mengomel tidak jelas. ‘Aish, mimpi apa aku kemaren kenapa hari ini sial terus sih, rawrrr…’ batin Niel. Niel kemudian memaksakan diri untuk tersenyum dan membantu anak kecil yang terjatuh tadi untuk berdiri.

“Nona kecil, gwenchanayo?” tanya Niel sembari memberikan senyum termanisnya (?). Aak kecil tadi terdiam sebentar, tangisnya berhenti. Ia tiba-tiba saja memeluk Niel. Niel mangap-mangap (yaiyalah, Niel nya hampir kecekik gitu kan anak kecilnya tangannya masih pendek. ß ngerti maksudku?)

Oppa, saranghae…” DOR… Niel ditembak #eh ?

“Ah ne… Gomawoyo… Sekarang bisakah lepaskan pelukkanmu itu? Oppa tidak bisa bernafas *#nowsinging i can’t take my breath breath breath…*

Mianhae oppa…” Beruntung anak itu segera melepaskan pelukannya. Niel tersenyum hambar.

Oppa nado saranghae…” teriak anak kecil yang lain.

“Hey Niel oppa itu milikku, kenapa kau berkata ‘saranghae’ juga?” Anak yang tadi memeluk Niel protes kepada temannya. Akhirnya mereka ribut lagi.

“Sudah-sudah… Oppa menyayangi kalian semua, jadi kalian jangan berkelahi ya. Oppa tidak menyukai orang yang suka berkelahi.” Bagaikan terhipnostis semua anak kecil itu diam seketika dan menganggukkan kepala mereka serentak. Niel tersenyum lega, kemudian ia bersiap turun karena tempat yang ditujunya sudah sampai.

Oppa turun duluan ya… Annyeong…

Ne, annyeong…” jawab mereka serempak. Niel langsung ambil langkah seribu, lari keluar bus, memasuki gedung dan mencari ruang tempat latihannya. Disana ia mendapati semua temannya sudah duduk rapi menunggu dirinya datang.

Wasseo? Kenapa kau berkeringat seperti itu? Kau lari dari dorm kesini?” tanya L. Joe.

Ani… hh… Aku naik bus. Hh… A aku hanya pemanasan saja.” Jawab Niel dengan nafas yang masih tersengal-sengal.

Igeo, minumlah dulu. Kau juga belum sarapan kan?” Chunji menyodorkan sebotol air mineral dan sepotong roti kepada Niel. Tanpa ba bi bu lagi Niel segera mengambil semua itu dan mencari tempat duduk untuk menghabiskan semuanya.

Mianhae Niel-ah… Tadi manager hyung sudah mengomel karena kita terlambat. Jadi kami terpaksa meninggalkanmu.” C.A.P. meminta maaf kepada Niel yang hanya dijawab dengan anggukan dari Niel karena mulutnya penuh dengan makanan.

“Ah, kalian sudah lengkap? Ayo cepat apa yag kalian lakukan? Cepat berlatih. Kalian tahu kan kalian tidak punya banyak waktu.” Suara pelatih mereka terdengar menggema di ruang latihan. Pelatih mereka datang bersama manager hyung. Manager hyung memberi kode agar mereka segera ambil posisi, karena memang pelatih mereka ini terkenal killer abiiis… Niel menelan gigitan terakhir rotinya dan segera berdiri mengambil tempatnya. Begitu juga dengan member lain.

Mereka berlatih selama 10 jam. Sore harinya mereka pulang bersama ke dorm. Karena terlalu lelah, sesampainya di dorm, seluruh member hanay makan malam seadanya dan segera masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Niel sudah bersiap tidur di balik selimutnya, begitu pula dengan Chunji.

“Ah hyung, kau tahu anak kecil jaman sekarang sangat mengerikan. Masa tadi mereka sudah berani menembakku di dalam bus? Hiyy…”

“Ha? Kau ditembak? Kenapa anak kecil jaman sekarang sudah bisa membawa dan menggunakan pistol?” Chunji terbelalak lalu duduk tegap di atas kasurnya.

Aniya… Maksudku mereka menyatakan perasaan mereka padaku terang-terangan di dalam bus.”

“Ooh… Kukira mereka membawa pistoll sungguhan. Itu kan hal biasa. Kau ini seperti tidak pernah mendapatkan kata ‘saranghae’ dari Andromedas saja.” Chunji kembali memasukkan dirinya kedalam selimut.

“Tapi mereka masih kecil hyung… seingatku saat aku masih kecil tidak pernah seperti itu.” Niel masih ngotot.

“Ya, hyung… Hyung?” tidak ada jawaban dari Chunji.

Kkrr… fyuh… kkrrr…

“Cih, seenaknya saja dia meninggalkanku tidur.” Niel memble. Ia pun langsung menarik selimutnya dan tidur…

PRANG… Buk BRAKKK…

Niel seketika bangkit dari tidurnya mendengar suara gaduh. Dilihatnya kasur disamping, “Loh? Kemana Chunji hyung?”

Niel berdiri dan berjalan keluar kamarnya. Ia mengitari ruang tamu dan ruang makan, tapi tidak menemukan apapun.

“Jangan-jangan ada pencuri yang masuk ke dalam dorm dan menculik Chunji hyung? Andwae~” Niel berteriak dan berlari ke arah kamar C.A.P. Changjo. Tapi ternyata kamar itu kosong. Niel semakin panik. Ia segera berlari ke kamar RickJoe. Tapi ia juga tidak mendapati dua orang itu.

“Hah? Kemana mereka? Jangan-jangan hanya aku sendirian yang tidak diculik? Huaa aku juga mau diculik…” ß Niel lebayyy…

Kresekk kresekkk…

Terdengar suara dari arah gudang. Niel curiga jangan-jangan teman-temannya disekap di gudang. Setelah mengumpulkan tenaga, menarik nafas, menelan ludah, dan mengambil kemoceng sebagai senjata, Niel melangkahkan kakinya perlahan kearah gudang. Samapi di depan pintu gudang, sambil menghitung dalam hati, Niel membuka pintu secara perlahan. Ternyata di dalam sana sangat gelap. Niel masuk lebih dalam sambil meraba-raba dinding mencari tombol untuk menyalakan lampu. Tapi tiba-tiba saja pintu gudang tertutup. Niel panik. Ia hendak segera keluar, tapi entah tersandung apa akhirnya Niel malah terjatuh. Dalam kegelapan, dan ada suara-suara aneh, bulu kuduk Niel berdiri. Hampir saja Niel mengeluarkan suara dewanya karena ketakutan, tiba-tiba ada lilin berjalan kearah Niel dari dan…

Saengil chukka hamnida… Saengil chukka hamnida… Seangil chukkae saengil chukkae… Saengil chukka hamnida…Saengil chukka hamnida uri Niel…” Lampu gudang menyala dan sekarang Niel bisa melihat jelas semua member Teen Top berada di dalam gudang yang sudah disulap menjadi tempat pesta kecil-kecilan. L. Joe membawa kue ulang tahun Niel dengan lilin yang sudah menyala. Niel melongo.

Saengil chukka hamnida Ahn Daniel… Sekarang tiuplah dulu lilin itu sebelum semakin meleleh.” C.A.P. selaku leader menghampiri Niel yang masih bengong dan mengajaknya mendatangi L. Joe untuk meniup lilin ulang tahunnya.

“Eits, make a wish before you do it, okay?” Chunji mengingatkan. Setelah berdoa sebentar, Niel meniup lilin itu dan semua bertepuk tangan.

“Horayyy hari ini Niel hyung sudah 18 tahun (umur korea).” Teriak Ricky sambil meniup-nipu terompet yang entah dari mana ia dapatkan. L. Joe meletakkan kue yang dibawanya dimeja kecil yang sudah ada di dalam gudang itu. Kemudian semua member bergantian memberikan selamat. Niel terharu. Ia tidak menyangka ternyata di dalam gudang ini sudah disulap demi ulang tahunnya. Ia tidak menyangka teman-temannya samapi memikirkan hal ini. Karena sebenarnya ia sendiri tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.

Mianhae hyung, selama beberapa hari terakhir kami suka mengerjaimu, ini semua idenya Joe hyung.” Changjo mengadu kepada Niel. Niel mendelik ke arah L. Joe yang cengar-cengir.

“Jadi selama dua hari terakhir ini kalian yang suka membuat keributan di dalam gudang ini?” Semua member mengangguk serentak.

“Jadi kalian juga yang membuat keributan di luar jendela kamarku 3 hari yang lalu?”

“He? Kami tidak ada melakukan apa-apa 3 hari yang lalu. Kami baru mulai menyiapkan semua ini sejak 2 hari yang lalu. Memangnya ada apa di luar jendela?” Tanya C.A.P.

Jinjja? Tapi aku mendengar suara aneh di luar jendela kamarku 3 hari yang lalu. Chunji hyung, kau ingat saat aku mengomel tengah malam karena suara ribut? Kau bilang kau tidak mendegarnya tapi aku yakin sekali aku mendegar suara aneh.”

Semua member saling berpandanga da mengangkat bahu tanda mereka tidak tahu. Air muka Niel berubah seketika.

“Jadi itu suara apaaa???”

—–*****—–THE END—–*****—–

A/N: mianhae… jeongmal mianhae… ceritanya gaje banget ya? Mian aku BELUM jadi Andromeda jadi kurang tau sifat-sifat asli Teen Top jadi disini aku bikin cerita pure karangan aku, semua sifat, temen sekamar, keahlian, keburukan, dll. Aku bikin FF ini dadakan banget, aku itung ternyata aku bikin FF ini Cuma 4 jam, ini rekor tercepat soalnya aku biasanya bikin FF minimal banget 2 hari. FF ini sebenernya pengen kutulis waktu tanggal 16 pas Niel ultahnya, tapi karena aku lagi ada tugas jadi ga bisa bikin waktu itu. Tadinya aku mau batal aja bikin FF ini, tapi kata temenku, Bae Hyun Ah, katanya lanjutin aja biar telat gapapa. Yaudah deh kulanjutin nulis dan akhirnya jadilah sekarang. Mianhae kalo ada banyak typo soalnya aku ga pernah meriksa ulang cerita ini. Niel ini bias pertama yang aku buatin FF sebagai hadiah ultah #eaa. Aku BELUM jadi Andromeda tapi udah ngebias (?) sama Niel. Hehe 😀

Terus genrenya, awalnya aku pengen bikin thriller jadi horor gitu deh, tapi aku malah jadi kebayang Insidious -_- akhirnya aku ga jadi buat yang horor-horor. Pengen bikin comedy tapi aku ga bisa ngelawak. Jadi ya ini seadanya aja. Genrenya sesuai pemikiran reader masing-masing aja 😉

Aku mohon maaf banget sama Andromeda yang baca FF ini (kalo juga ada yang mau baca) ._. Maaf kalo ceritanya ga sesuai harapan dan bener-bener aku nganggep FF ini failed, tapi udah terlanjur ditulis yaudah di publish aja.

Hanbeonman, jeongmal mianhae geurigo kamsahamnida 🙂 *wink

Advertisements

2 thoughts on “[FF ONESHOOT] Happy Birthday Uri Ahn Daniel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s